
PITARAN PELATIH KWARDA DKI 2025
Jakarta – Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka DKI Jakarta melaksanakan kegiatan Pitaran Pelatih pada sabtu dan Minggu , 6 dan 7 Desember 2025 di Gedung Kwarda DKI Jakarta. Dengan peserta Para Pelatih Utusan Kwarcab Jakarta Pusat sebanyak 22 orang, Utusan Kwarcab Jakarta Utara sebanyak 20 orang, Utusan Kwarcab Jakarta Barat sebanyak 22 orang, Utusan Kwarcab Jakarta Selatan sebanyak 28 orang, Utusan Kwarcab Jakarta Timur sebanyak 28 orang dan Utusan Kwarcab Kepulauan Seribu sebanyak 8 orang
Acara ini dibuka secara resmi oleh Ketua Harian Kwarda DKI Jakarta, Kak Ratiyono.
Dalam sambutannya Kegiatan ini bukan sekadar formalitas tahunan, tetapi forum strategis untuk, Menyamakan persepsi dan standar pelatihan (dalam hal ini, kepramukaan).
Refleksi dan evaluasi untuk meningkatkan kualitas pelatihan. Penguatan karakter pelatih agar lebih profesional, adaptif, dan mampu mengelola perbedaan pendapat dengan baik.


Tantangan dan Konteks Pelatihan Saat Ini, Pelatih menghadapi lingkungan yang berubah dengan tantangan Perbedaan generasi (Generasi Z & Alpha) yang membutuhkan metode lebih kreatif. Perubahan kurikulum dan regulasi, Kebutuhan digitalisasi pelatihan, Keterbatasan jumlah pelatih berkualitas.
Pelatih memiliki peran vital dalam rantai pembinaan karena, Kualitas pelatih menentukan kualitas pembina, yang akhirnya berdampak pada kualitas generasi muda. Pelatih diharapkan tidak hanya mengajar, tetapi membentuk karakter dan menjadi teladan (dengan memegang kode kehormatan, seperti anti-bullying).

Dalam kegiatan Pitaran ini peserta diharapkan untuk, Berpartisipasi aktif, berbagi pengalaman (baik sukses maupun tantangan), dan berkolaborasi.
Fokus pada desain pelatihan orang dewasa, pengembangan materi pasca-kegiatan, dan pembelajaran berbasis pengalaman (survivor-based). Menghasilkan produk nyata seperti modul atau rencana aksi, bukan hanya sertifikat.
Dukungan dan Insentif, Pimpinan (misalnya, kepala sekolah) didorong untuk mendukung secara finansial dan administratif dengan Menganggarkan kegiatan pelatihan (seperti KMD/KPD) secara tepat dan berani, memanfaatkan dana BOP serta dianggarkan melalui RKAS.Memastikan bahwa dana digunakan dengan benar dan transparan agar tidak takut diaudit. Pesan penutup menekankan bahwa kerja pelatih hari ini akan menjadi standar bagi pembina dan generasi penerus.
Pewarta : Kak Thamran
